War of Delution Gen1: Apa Maksudnya?
Di episode sebelumnya, The Justice Idol bertemu bayangan misterius dan bayangan misterius itu menyatakan perang. Dan The Justice Idol telah kehilangan salah satu anggotanya, Nabilah. Nabilah pergi untuk alasan yang tidak jelas.
Beby: "Jadi gimana nih, kak Mel? Nabilah pergi begitu saja."
Melody: "Entahlah, hal seperti ini belum pernah terjadi."
Beby: "Pertarungan kemarin meskipun kita berhasil mengalahkan salah satu monster, dan monster yang satu lagi menghilang, itu bisa disebut kekalahan."
Kinal: "Beby, cukup. Kita semua sudah tahu bagaimana situasinya sekarang."
Beby: "Iya tapi... Kita tidak bisa terus seperti ini, kita harus menjadi lebih kuat."
Ghaida: "Em, aku setuju kalau kita harus jadi lebih kuat, tapi hanya dengan berlatih saja kita ada kemungkinan kita belum bisa menjadi kuat."
"Tok tok, maaf aku tadi mendengarkan pembicaraan kalian."
"MASTER!?" jawab para member bersamaan.
Master: "Jadi ada masalah apa?"
Melody: "Begini Master, dalam pertempuran kemarin kami berhasil mengalahkan salah satu monster, dan satu monster menghilang. Tapi kami hampir dikalahkan dalam pertempuran kemarin, kemarin Shania pingsan dan Nabilah terluka parah, dan Nabilah sekarang pergi entah kemana."
Master: "Oh, jadi itu masalahnya?"
Melody: "Iya, kira kira begitu."
Master: "Melody, apa posisimu?"
Melody: "Sebagai Leader."
Master: "Apa tugasmu?"
Melody: "Memimpin dan membimbing para anggota lainnya."
Master: "Jadi kau tahu posisi dan tugasmu, dan kenapa sampai salah satu anggotamu keluar?"
Melody: "Itu adalah kesalahan saya, saya belum mampu untuk menjaga anggota lainya. Sayalah yang bertanggung jawab atas anggota saya."
Master: "Jadi kamu siap dengan konsekuensinya? Kalau kamu dikeluarkan?"
Melody: "Saya siap apapun tapi saya harap saya tetap disini."
Master: "Oh, kenapa?"
Melody: "Karena saya adalah ketua mereka!"
Master: "Kinal apa kamu mau menggantikan Melody?"
Kinal: "Eh? Kenapa saya?"
Master: "Entahlah, siapa tahu kamu berminat."
Kinal: "Saya tidak pantas menerima posisi itu. Tapi jika itu keputusan anda saya siap, walaupun sesulit apapun. Tapi saya tetap meminta bantuan dari Melody."
Master: "Ho, kamu meminta bantuan dari Melody? Kenapa?"
Kinal: "Karena dia adalah ketua kami!"
*grek (Suara kursi bergerak) dan Master pun berjalan menuju pintu.
Master: "Sekarang kalian berlatihlah, sisanya biar ku pikirkan. Dan Melody, Selamat."
*blam
Veranda: "Selamat? Apa maksudnya?"
Ghaida: "Entahlah."
Kinal: "Dasar Pak Tua, dari dulu aku memang nggak ngerti jalan pikirannya."
Ayana: "Jadi, apa kak Melody masih menjadi ketua kita?"
Haruka: "Keliatannya sih gitu."
Shania: "Ciee... Ketua bisa ngelewatin ujian Master."
Melody: "Ujian?"
Dhike: "Iya, tadi pas aku mau ke ruangan ini, aku kan lewat depan ruangan Master, dan gak sengaja denger kalo Master bicara "Baiklah aku akan memberinya sedikit pertanyaan." tapi aku gak tau siapa yang akan diuji sama Master, jadi aku tadi bicara sama Shania, pas bicara eh... Master dateng."
Melody: "Begitu ya. Baiklah, sesuai perintah Master. Ayo kita latihan sekarang!!"
"OSH!!" jawab mereka.
Master: "Sungguh team yang hebat." (dia nguping pembicaraan mereka.)
Master: "Eh!? Sekarang!!?"
*klak (suara pintu dibuka) *drap-drap-drap (suara member lari)
Kinal : "OI! Ghaida! Jangan ambil biskuit gue!"
Ghaida: "Kan lu udah makan banyak tadi pas Master ngasih pertanyaan!"
Kinal: "Gue belum puas tadi! Jangan lari woy!!"
Ghaida: "Bodo!"
Master: "Fyuuuh... Untung gak keliatan."
Melody: "Master?"
Master: "!!!"
Melody: "Master lagi ngapain?"
Master: "Ah! Ini loh. Apa. Daunnya agak layu." (sambil nunjuk ke pohon hias di samping pintu.)
Melody: "Oohh..."
Master: "…"
Di lain tempat, Dantei sedang menyiapkan rencananya.
Dantei: "Oh, jadi mulai banyak yang berdelusi negatif. Kakuatanku akan terus bertambah!"
Zixer: "Bagaiman dengan rencana selanjutnya tuan muda?"
Dantei: "Cepat panggil prajurit kita!"
Zixer: "Baik tuan. Panggilan untuk Einka!"
Einka: "Ada apa memanggilku?"
Zixer: "Tuan ingin kau ke Bumi dan menghancurkannya."
Einka: "Baiklah."
Zixer: "Jangan lupa membawa anak buahmu."
Einka: "Siapa juga yang lupa."
Einka pun meluncur ke Bumi bersama anak buahnya. Apa yang akan terjadi?
Einka: "Wuahahaha... Jadi ini tempat yang ingin dihancurkan oleh Tuan. Hallo, Manusia! Selamat tinggal!"
*wuuahh!! Monster!!! *Serius nih? Banyak! *Tolooong!!!
"Serangan musuh terjadi dikota A."
Kinal: "Baik! Kami akan segera kesana!"
"Tunggu! Masih ada yang lainnya! Eh!? Serius!?"
Melody: "Ada apa?"
"Jumlah musuh! Jumlah musuh ada 500 orang!"
Ghaida: "SERIUS!?"
Kinal: "Mimpi apa gua semalem."
Master: "Kalian. Cepatlah pergi. Dan pakailah ini."
Beby: "Apa ini Master?"
Master: "Kalian akan tahu ini nanti."
Melody: "Baiklah kami berangkat!"
Master: "Ya, pergilah!"
Melody: "The Justice Idol!!!"
"IDOL FOR EVERYONE!!!”
Apa yang diberikan pak tua itu (Master) kepada The Justice Idol? Dan bisakah The Justice Idol mengalahkan 500 orang musuh (pasti bisalah, kan tokoh utamanya!). Apa yang akan terjadi? Kita lihat di episode berikutnya!!!
(Terima Kasih udah baca Fanfic gw :D Maaf atas longpost, typo, critanya agak gaje. Kalo ada waktu luang lagi gw akan ngelanjutin critanya. Semoga terhibur.)
Dwi Area
Sabtu, 21 Mei 2016
Fans Fiction JKT48: War of Delution Gen1 (Part 2)
War of Delution Gen1: Goncangan
Sebelumnya, Team Kinal berhasil mengalahkan monster X-Cell v.1 dan sekarang sedang menuju ke tempat Team Melody bertempur. Trequot sepertinya belum mengeluarkan kakuatannya, bagaimana The Justice Idol menyelesaikan pertempurannya? Kita lihat bersama sama!
Nabilah: "Kak Melody. Monster itu belum dikalahkan?"
Melody: "Eh? Nabilah? Kenapa kamu ada disini?"
Nabilah: "Kak Kinal yang menyuruhku. Apa yang bisa aku bantu?"
Melody: "Bisa kau menyerang bagian kakinya?"
Nabilah: "Akan ku coba!"
Melody: "Baiklah. Berjuanglah!"
Nabilah: "Em!"
Melody: "Semuanya kerahkan seluruh kemampuan!"
Shanju: "Cih. Dasar ketua, baiklah. Akan ku kerahkan seluruh tenaga ku! Fokus... Meteor Shoot!! ha.. ha.. ha.. ha...
*Shyuuut *BLAAARRR!!!!
Melody: "Nice Shoot, Shanju."
Shanju: "Makasih." *bruk. Shanju jatuh pingsan.
Melody: "Shanju! Halo! Beby! Beby! Jawab Beby!"
Ayana: "Kak Mel, kita di luar jangkauan Beby, jadi kita gak bisa menghubunginya. Tenaga kita hampir habis, dan lagi kontrak Uzicia bentar lagi akan berakhir, apa perlu aku panggil monster lainnya? Tapi sepertinya untuk monster tipe bertahan, gimana?
Melody: "Baiklah, untuk sementara kita bertahan sampai bantuan datang."
Nabilah: "Untuk sementara ini, biar aku serang monster itu sampai mereka datang."
Melody: "Baiklah, akan ku temani, Shanju sepertinya tenaga habis. Ayana tolong ya!"
Ayana: "Baiklah! Roh dari dalam bumi aku mohon bantulah kami. Tolong keluarlah, Jix!"
*gratak gratak (suara tanah retak) (Jix gw gambarin adalah monster pohon, jadi gak bisa ngeluarin suara)
Ayana: "Jix! Tolong halau serangan musuh!"
Sementara itu, Kinal dan Haruka dalam perjalanan menuju ke tempat Team Melody berada sudah setengah perjalanan yang sudah mereka tempuh (Kota B emang luas jadi agak jauh jarak tempuhnya)
Kinal: "Haruka, berapa jauh lagi?"
Haruka: "Kira-kira masih setengah jam lagi kita bisa sampai di sana."
Kinal: "Cih! Bertahanlah! Bertahanlah kalian semua!" *bicara dalam hati.
Bagaimana kabar yang lainnya?
Beby: "Dis-Koi-Heal-Wind-Eca!"
*wuung...
Dengan teknik penyembuh dari Beby dan Dhike, tenaga Ghaida dan Veranda mulai kembali.
Ghaida: "Ve, gimana tenagamu?"
Veranda: Sudah kembali."
Ghaida: "Beby, Dhike. Cukup. Simpan tenaga kalian untuk nanti."
*syuut
Veranda: "Dhike, bisa kau gunakan kekuatan teleport mu?"
Dhike: "Bisa. Ku siapkan dulu."
Sementara Dhike menyiapkan teleportnya, Team Melody mulai terdesak. Nabilah mulai menyerang bagian kaki dari Trequot, namun sepertinya serangan Nabilah tidak terlalu berarti untuk Trequot. Trequot membalas serangan Nabilah, dan Nabilah terpental beberapa puluh meter dari titik dia menyerang.
Nabilah: "AAARRGGGGHHHH!!!!" *
Melody: "Nabilah! Kamu gak apa apa?
Nabilah: "Sehat wal afiat. Makasih udah tanya." *sambil memegangi kepalanya.
Melody: "Cih, monster kurang ajar! Dan kenapa bantuan belum datang? Tenaga ku juga hampir habis."
"HIIYAAA!!!... Tornado Axe!" "Samurai Slash!!!"
Melody: "Akhirnya kalian datang. Kalian terlambat."
Kinal: "Hahaha... Maaf tadi di supermarket ada diskon, jadi aku mampir dulu."
Melody: "Haruka, gimana kamu bisa bertahan dengan dia?"
Haruka: "Hahaha..." *sambil tersenyum bingung.
Melody: "Dimana yang lain?"
Kinal: "OTW."
Melody: "Baiklah! Sampai lainnya datang, kalian bisa menangani monster itu sementara waktu? Tenaga yang lainnya habis dan Nabilah sepertinya terluka."
Nabilah: "Gak Kok! Aku Baik Baik Saja!"
Kinal: "Baik Baik Saja Dengkulmu! Pala lu bocor gitu! Istirahat dulu sampai yang lain datang!"
Nabilah: "Cih!"
Kinal: "Haruka! Ayo!"
Haruka: "Osh!"
Mereka pun menyerang Trequot dengan sekuat tenaga. Akhirnya Beby dan lainnya datang.
Beby: "Maaf, kami terlambat."
Melody: "Tidak apa-apa. Pertama sembuhkan Nabilah dan Shanju. Nabilah terluka parah dan Shanju sudah tak punya tenaga. Dhike bagianmu bersama Ayana, tolong cover dia dan pulihkan tenaga dia juga."
Dhike: "Baiklah"
"Dis-Koi-Heal-Wind-Eca"
Nabilah: "Maaf sudah merepotkanmu."
Beby: "Tidak masalah."
Ayana: "Dhike, tolong kerja samanya."
Dhike: "Dengan senang hati."
Melody: "Baiklah. Ghaida ,Ve! Bantu Kinal dan Haruka! Ayana, Dhike! Jika kalian siap, majulah! Dengan sisa tenagaku, aku akan bertempur."
Kinal: "Demon Slash! HYAAAA!!!!"
Haruka: "Tarian Samurai Merah!"
Ghaida: *cring "Rider Kick!"
Veranda: "Teknik pertahanan! Kami Senju!"
Melody: "Hisatsu! Kaminari Melody!"
Serangan beruntun itu membuat Trequot melemah. Ditengah ketegangan itu, tiba-tiba...
"Wuahahaha... The Justice Idol. Kalian hebat sekali bisa melawan monster-monsterku. Tak ku sangka, di planet kecil ini ada pahlawan seperti kalian."
Muncullah sesosok bayangan di langit, siapa dia? (Alah udah ketebak :v )
Kinal: "Siapa kau!"
"Siapa aku? Kalian tidak perlu tahu saat ini. Kalian akan mengetahuinya nanti."
Kinal: "Ketua, tau dia gak?"
Melody: "......."
"Aku akan menguasai planet kecil ini, dan memerangkap manusia dengan kekuatan delusi negatif."
Kinal: "Dia ngomong apa sih?"
Melody: "......."
"Jika kekuatan itu sudah terkumpul, maka akhir dari planet ini akan tiba."
Kinal: "Sumpah, dia ngomong apa sih?"
Melody: "......."
"Jika kalian berontak, kalian akan mati, dan jika kalian menyerah kalian juga akan mati."
Kinal: "Woy! Aku gak ngerti apa yang lu omongin! Lu ngomong belibet amat!"
"Intinya, Aku akan menguasai planet kecil ini. Dan Aku akan memusnahkan kalian, MUSNAHLAH! MUSNALAH! MUSNALAAH!!!"
Melody: "......."
Trequot menghilang bersama Bayangan Misterius itu.
Haruka: "Apakah sudah selesai?"
Melody: "Belum. Pertarungan ini belum selesai, dan sepertinya pertempuran ini baru dimulai."
Ayana: "Situasinya jadi semakin rumit ya?"
Veranda: "Entahlah Ayana."
Ghaida: "Untuk saat ini, kita sebaiknya kembali ke markas dan menyembuhkan diri."
Shanju: "Aku setuju."
Nabilah: "......"
Melody: "Baiklah. Dhike tolong ya."
Kinal: "Ahhh... Badan ku capek semua, aku pengen mandi air hangat setelah ini."
Ayana: "Dhike, cepet dong, sebelum Kak Kinal tambah gesrek!"
Kinal: "Hah? Kamu bilang apa Ayana? Aku gak denger."
Ayana: "Ah gak kok." (untung aja gak denger)
Dhike: "Ok, kita kembali."
Setelah tiba di markas, mereka pun menyembuhkan diri dan mendiskusikan tentang ancaman dari Bayangan Misterius itu.
Melody: *sluurp "Hey, kira-kira apa maksud dari Bayangan Misterius kemarin?" *sambil minum teh.
Veranda: "Entahlah kak, tapi sepertinya bukan hal yang baik."
Ghaida: "Ah, bener banget tuh. Mungkin monster kemarin yang mengirim adalah dia." *sambil makan biskuit.
Ayana: "Kalo ancaman itu benar, maka nasib Bumi ada di tangan kita."
Shanju: "Ada apa kemarin?" *datang dan duduk mengikuti diskusi.
Haruka: "Kamu gak tahu? Aah... Kamu pingsan ya kemarin. Kemarin muncul sosok bayangan dan mengatakan akan menghancurkan Bumi."
Shanju: "Gawat dong."
Kinal: "Em, kita harus bisa mempertahankan Bumi ini. Apapun yang terjadi." *sambil makan biskuit.
Beby: "Ya Aku setuju sama kak Kinal. Kamu juga setuju kan Nab? Nab?"
Nabilah: "......"
Beby: "Nabilah. Kamu gak apa-apa?"
Nabilah: "Ah, gak apa apa kok."
Kinal: "Serius?"
Nabilah: "Maaf semua. Untuk sementara waktu, Aku akan keluar dari The Justice Idol."
Kinal: "Hahaha... Lelucon yang bagus Nabilah. Kamu memang paling hebat kalo membuat lelucon."
Nabilah: "......." *sambil memperlihatkan wajah serius.
Kinal: "Serius nih? Bu Ketua?"
Melody: "Kenapa Kamu memutuskan untuk pergi?"
Nabilah: "Aku tak bisa mengatakannya sekarang.Maaf aku pergi."
Kinal: "Oy, Nab! Tungu dulu!"
Nabilah: "..."
Nabilah pergi dan berpapasan dengan Dhike.
Dhike: "Ada apa dengan Nabilah? Kok wajahnya serius amat."
Melody: "Untuk sementara waktu, kita akan bertarung hanya dengan sembilan anggota."
Dhike: "Apa!? Serius nih?"
Kinal: "Ya, mau gak mau itulah keadaannya sekarang."
Nabilah pergi meninggalkan The Justice Idol dengan menyisakan sebuah tanda tanya. Kenapa? Itulah kata yang menjadi pertanyaan terbesar The Justice Idol. Di saat bahaya mendekat, mereka kehilangan salah satu anggota. Bisakah The Justice Idol menghadapi goncangan ini? Bagaimana kelanjutan cerita ini? Kita tunggu di episode berikutnya...
(Terima Kasih udah baca Fanfic gw :D Maaf atas longpost, typo, critanya agak gaje. Kalo ada waktu luang lagi gw akan ngelanjutin critanya. Semoga terhibur.)
Sebelumnya, Team Kinal berhasil mengalahkan monster X-Cell v.1 dan sekarang sedang menuju ke tempat Team Melody bertempur. Trequot sepertinya belum mengeluarkan kakuatannya, bagaimana The Justice Idol menyelesaikan pertempurannya? Kita lihat bersama sama!
Nabilah: "Kak Melody. Monster itu belum dikalahkan?"
Melody: "Eh? Nabilah? Kenapa kamu ada disini?"
Nabilah: "Kak Kinal yang menyuruhku. Apa yang bisa aku bantu?"
Melody: "Bisa kau menyerang bagian kakinya?"
Nabilah: "Akan ku coba!"
Melody: "Baiklah. Berjuanglah!"
Nabilah: "Em!"
Melody: "Semuanya kerahkan seluruh kemampuan!"
Shanju: "Cih. Dasar ketua, baiklah. Akan ku kerahkan seluruh tenaga ku! Fokus... Meteor Shoot!! ha.. ha.. ha.. ha...
*Shyuuut *BLAAARRR!!!!
Melody: "Nice Shoot, Shanju."
Shanju: "Makasih." *bruk. Shanju jatuh pingsan.
Melody: "Shanju! Halo! Beby! Beby! Jawab Beby!"
Ayana: "Kak Mel, kita di luar jangkauan Beby, jadi kita gak bisa menghubunginya. Tenaga kita hampir habis, dan lagi kontrak Uzicia bentar lagi akan berakhir, apa perlu aku panggil monster lainnya? Tapi sepertinya untuk monster tipe bertahan, gimana?
Melody: "Baiklah, untuk sementara kita bertahan sampai bantuan datang."
Nabilah: "Untuk sementara ini, biar aku serang monster itu sampai mereka datang."
Melody: "Baiklah, akan ku temani, Shanju sepertinya tenaga habis. Ayana tolong ya!"
Ayana: "Baiklah! Roh dari dalam bumi aku mohon bantulah kami. Tolong keluarlah, Jix!"
*gratak gratak (suara tanah retak) (Jix gw gambarin adalah monster pohon, jadi gak bisa ngeluarin suara)
Ayana: "Jix! Tolong halau serangan musuh!"
Sementara itu, Kinal dan Haruka dalam perjalanan menuju ke tempat Team Melody berada sudah setengah perjalanan yang sudah mereka tempuh (Kota B emang luas jadi agak jauh jarak tempuhnya)
Kinal: "Haruka, berapa jauh lagi?"
Haruka: "Kira-kira masih setengah jam lagi kita bisa sampai di sana."
Kinal: "Cih! Bertahanlah! Bertahanlah kalian semua!" *bicara dalam hati.
Bagaimana kabar yang lainnya?
Beby: "Dis-Koi-Heal-Wind-Eca!"
*wuung...
Dengan teknik penyembuh dari Beby dan Dhike, tenaga Ghaida dan Veranda mulai kembali.
Ghaida: "Ve, gimana tenagamu?"
Veranda: Sudah kembali."
Ghaida: "Beby, Dhike. Cukup. Simpan tenaga kalian untuk nanti."
*syuut
Veranda: "Dhike, bisa kau gunakan kekuatan teleport mu?"
Dhike: "Bisa. Ku siapkan dulu."
Sementara Dhike menyiapkan teleportnya, Team Melody mulai terdesak. Nabilah mulai menyerang bagian kaki dari Trequot, namun sepertinya serangan Nabilah tidak terlalu berarti untuk Trequot. Trequot membalas serangan Nabilah, dan Nabilah terpental beberapa puluh meter dari titik dia menyerang.
Nabilah: "AAARRGGGGHHHH!!!!" *
Melody: "Nabilah! Kamu gak apa apa?
Nabilah: "Sehat wal afiat. Makasih udah tanya." *sambil memegangi kepalanya.
Melody: "Cih, monster kurang ajar! Dan kenapa bantuan belum datang? Tenaga ku juga hampir habis."
"HIIYAAA!!!... Tornado Axe!" "Samurai Slash!!!"
Melody: "Akhirnya kalian datang. Kalian terlambat."
Kinal: "Hahaha... Maaf tadi di supermarket ada diskon, jadi aku mampir dulu."
Melody: "Haruka, gimana kamu bisa bertahan dengan dia?"
Haruka: "Hahaha..." *sambil tersenyum bingung.
Melody: "Dimana yang lain?"
Kinal: "OTW."
Melody: "Baiklah! Sampai lainnya datang, kalian bisa menangani monster itu sementara waktu? Tenaga yang lainnya habis dan Nabilah sepertinya terluka."
Nabilah: "Gak Kok! Aku Baik Baik Saja!"
Kinal: "Baik Baik Saja Dengkulmu! Pala lu bocor gitu! Istirahat dulu sampai yang lain datang!"
Nabilah: "Cih!"
Kinal: "Haruka! Ayo!"
Haruka: "Osh!"
Mereka pun menyerang Trequot dengan sekuat tenaga. Akhirnya Beby dan lainnya datang.
Beby: "Maaf, kami terlambat."
Melody: "Tidak apa-apa. Pertama sembuhkan Nabilah dan Shanju. Nabilah terluka parah dan Shanju sudah tak punya tenaga. Dhike bagianmu bersama Ayana, tolong cover dia dan pulihkan tenaga dia juga."
Dhike: "Baiklah"
"Dis-Koi-Heal-Wind-Eca"
Nabilah: "Maaf sudah merepotkanmu."
Beby: "Tidak masalah."
Ayana: "Dhike, tolong kerja samanya."
Dhike: "Dengan senang hati."
Melody: "Baiklah. Ghaida ,Ve! Bantu Kinal dan Haruka! Ayana, Dhike! Jika kalian siap, majulah! Dengan sisa tenagaku, aku akan bertempur."
Kinal: "Demon Slash! HYAAAA!!!!"
Haruka: "Tarian Samurai Merah!"
Ghaida: *cring "Rider Kick!"
Veranda: "Teknik pertahanan! Kami Senju!"
Melody: "Hisatsu! Kaminari Melody!"
Serangan beruntun itu membuat Trequot melemah. Ditengah ketegangan itu, tiba-tiba...
"Wuahahaha... The Justice Idol. Kalian hebat sekali bisa melawan monster-monsterku. Tak ku sangka, di planet kecil ini ada pahlawan seperti kalian."
Muncullah sesosok bayangan di langit, siapa dia? (Alah udah ketebak :v )
Kinal: "Siapa kau!"
"Siapa aku? Kalian tidak perlu tahu saat ini. Kalian akan mengetahuinya nanti."
Kinal: "Ketua, tau dia gak?"
Melody: "......."
"Aku akan menguasai planet kecil ini, dan memerangkap manusia dengan kekuatan delusi negatif."
Kinal: "Dia ngomong apa sih?"
Melody: "......."
"Jika kekuatan itu sudah terkumpul, maka akhir dari planet ini akan tiba."
Kinal: "Sumpah, dia ngomong apa sih?"
Melody: "......."
"Jika kalian berontak, kalian akan mati, dan jika kalian menyerah kalian juga akan mati."
Kinal: "Woy! Aku gak ngerti apa yang lu omongin! Lu ngomong belibet amat!"
"Intinya, Aku akan menguasai planet kecil ini. Dan Aku akan memusnahkan kalian, MUSNAHLAH! MUSNALAH! MUSNALAAH!!!"
Melody: "......."
Trequot menghilang bersama Bayangan Misterius itu.
Haruka: "Apakah sudah selesai?"
Melody: "Belum. Pertarungan ini belum selesai, dan sepertinya pertempuran ini baru dimulai."
Ayana: "Situasinya jadi semakin rumit ya?"
Veranda: "Entahlah Ayana."
Ghaida: "Untuk saat ini, kita sebaiknya kembali ke markas dan menyembuhkan diri."
Shanju: "Aku setuju."
Nabilah: "......"
Melody: "Baiklah. Dhike tolong ya."
Kinal: "Ahhh... Badan ku capek semua, aku pengen mandi air hangat setelah ini."
Ayana: "Dhike, cepet dong, sebelum Kak Kinal tambah gesrek!"
Kinal: "Hah? Kamu bilang apa Ayana? Aku gak denger."
Ayana: "Ah gak kok." (untung aja gak denger)
Dhike: "Ok, kita kembali."
Setelah tiba di markas, mereka pun menyembuhkan diri dan mendiskusikan tentang ancaman dari Bayangan Misterius itu.
Melody: *sluurp "Hey, kira-kira apa maksud dari Bayangan Misterius kemarin?" *sambil minum teh.
Veranda: "Entahlah kak, tapi sepertinya bukan hal yang baik."
Ghaida: "Ah, bener banget tuh. Mungkin monster kemarin yang mengirim adalah dia." *sambil makan biskuit.
Ayana: "Kalo ancaman itu benar, maka nasib Bumi ada di tangan kita."
Shanju: "Ada apa kemarin?" *datang dan duduk mengikuti diskusi.
Haruka: "Kamu gak tahu? Aah... Kamu pingsan ya kemarin. Kemarin muncul sosok bayangan dan mengatakan akan menghancurkan Bumi."
Shanju: "Gawat dong."
Kinal: "Em, kita harus bisa mempertahankan Bumi ini. Apapun yang terjadi." *sambil makan biskuit.
Beby: "Ya Aku setuju sama kak Kinal. Kamu juga setuju kan Nab? Nab?"
Nabilah: "......"
Beby: "Nabilah. Kamu gak apa-apa?"
Nabilah: "Ah, gak apa apa kok."
Kinal: "Serius?"
Nabilah: "Maaf semua. Untuk sementara waktu, Aku akan keluar dari The Justice Idol."
Kinal: "Hahaha... Lelucon yang bagus Nabilah. Kamu memang paling hebat kalo membuat lelucon."
Nabilah: "......." *sambil memperlihatkan wajah serius.
Kinal: "Serius nih? Bu Ketua?"
Melody: "Kenapa Kamu memutuskan untuk pergi?"
Nabilah: "Aku tak bisa mengatakannya sekarang.Maaf aku pergi."
Kinal: "Oy, Nab! Tungu dulu!"
Nabilah: "..."
Nabilah pergi dan berpapasan dengan Dhike.
Dhike: "Ada apa dengan Nabilah? Kok wajahnya serius amat."
Melody: "Untuk sementara waktu, kita akan bertarung hanya dengan sembilan anggota."
Dhike: "Apa!? Serius nih?"
Kinal: "Ya, mau gak mau itulah keadaannya sekarang."
Nabilah pergi meninggalkan The Justice Idol dengan menyisakan sebuah tanda tanya. Kenapa? Itulah kata yang menjadi pertanyaan terbesar The Justice Idol. Di saat bahaya mendekat, mereka kehilangan salah satu anggota. Bisakah The Justice Idol menghadapi goncangan ini? Bagaimana kelanjutan cerita ini? Kita tunggu di episode berikutnya...
(Terima Kasih udah baca Fanfic gw :D Maaf atas longpost, typo, critanya agak gaje. Kalo ada waktu luang lagi gw akan ngelanjutin critanya. Semoga terhibur.)
Fans Fiction JKT48: War of Delution Gen1 (Part 1)
War of Delution Gen1: The Star
Sebuah fanfic yang dibuat untuk mengisi waktu luang. Bila ada nama tokoh dan tempat kejadian yang sama, sebagian disengaja. (Nb: nama kotanya gw pake kayak pilem One Punch Man.)
Pengarang: Ananda Dwi S.P (a.k.a gw sendiri)
Genre: action, idoling (emang ada genre idoling?) dan sedikit bumbu komedi.
Di dunia ini, para Idol bukanlah seorang Idol biasa, mereka memiliki sebuah kekuatan untuk melawan kekuatan Delusi negative. Para idol tersebut adalah, Melody, Veranda, Nabilah, Shanju, Kinal, Haruka, Ayana, Ghaida, Beby, dan Dhike Mereka adalah The Justice Idol, dan masing-masing dari mereka memiliki kekuatan tersendiri.
- Melody, dengan baju putih dan sebuah pedang runcing, memimpin para Idol lainnya.
- Veranda, dengan pertahanan dan serangan yang bagus dan armor berwarna emas siap untuk melawan musuh.
- Nabilah, dengan kelincahan seperti kelinci, dan armor biru bergaris putih dan sebuah senjata pisau.
- Shanju, seorang sniper dengan kemampuan untuk menembak dari jarak jauh dan armor berwarna merah muda, dapat membidik musuh dari jarak ratusan meter dan keakuratan hingga 99%. (1% nya keberuntungan)
- Kinal, armor perak menyelimuti tubuhnya, dan senjata kapak besar, dan kemapuan regenerasi yang luar biasa, siap di baris terdepan.
- Haruka, dengan baju jirah merah gelap, dua buah katana dan stamina yang luar biasa, baris depan adalah tempat dia berjuang.
- Ayana, dengan kemampuan memanggil hewan atau monster untuk membantu bertarung, dengan baju berwarna hijau dan jubah berwarna hitam.
- Ghaida, dengan kemampuan untuk menyerang dengan efek serangan paling besar dibanding lainnya, dengan armor hitam dan sabuk perak untuk mengambil senjatanya, membuat dia susah untuk dikalahkan.
- Beby, seorang yang paling penting di squad ini, dia seorang ahli sihir, dengan kemampuannya dia bisa mengembalikan tenaga para Idol lainnya melalui mantranya, baju maid berwarna ungu gelap dan topi penyihir melengkapinya.
- Dhike, dapat mengerahkan kekuatan teleportasi dalam jangka waktu dan jarak tertentu. Laser Beam Gun adalah senjatanya, dan armor jingga menyelimuti dirinya. Dan dia juga lumayan menguasai teknik sihir.
The Justice Idol adalah sebuah squad yang bertarung untuk menyelamatkan dunia dari pengaruh delusi negative yang dikendalikan oleh seorang pangeran kegelapan bernama Bishamonten III atau nama lainya Dantei. Dia menyerap kekuatan delusi negative dari para penyuka idol group. Semakin banyak yang berdelusi negative pada dunia idoling, semakin dia tak terkalahkan.
Seperti biasa, para pahlawan kita beraktivitas seperti biasanya, sekolah, latihan, pulang, manggung, dan sebagainya. Mereka adalah seorang siswi biasa saat tidak ada kekacauan.
Kinal: " Bu ketuaaa!!! Mau belanja bareng gak hari ini?"
Melody: "Bisa gak sih, manggil pake nama aja?"
Kinal: "Gak!"
Melody: "Gitu ya?!" *sambil nyengir asem.
Dan mereka pun pergi belanja bersama. Di tempat lain, Shanju, Veranda, dan Haruka sedang bermain di suatu taman hiburan.
Haruka: "Waaaa!! Seru banget ya? Tadi Aku deg-deg an pas naik wahana "Pukulan Berapai Menyakitkan."
Shanju: "Haruka..."
Haruka: "Iya?"
Shanju: "Kamu kira kita lagi di Bikini Bottom?!" *sambil nyubit pipi Haruka
Ve yang melihat tingkah laku kedua temannya, jadinya dia tertawa lepas.
Di sisi lain, Dantei sedang menyiapkan rencana untuk menguasai dunia dan melenyapkan para Idol di muka bumi.
Dantei: "Laksamana! Bagaimana persiapan "Alat Perang" kita?"
Zixer: "Dalam proses! 70% hampir selesai!"
Dantei: "Lepaskan saja monster itu!"
Zixer: "Baik! X-Cell v.1 dan Trequot diluncurkan!"
Dantei: "Hahaha. Bagaimana kalian menghadapi dua makhluk kuat ini!? Hancurlah!!"
Dua monster tersebut diluncurkan menuju bumi. Apakah The Justice Idol akan berhasil mengalahkan kedua monster (yang katanya) kuat tersebut!? Akhirnya kedua Monster itu mendarat di Kota B. Dan sayangnya tak seorang pun dari The Justice Idol yang berada di dekat kota itu.
*Dum!!!
*Wah! Suara apa itu!? *Ada Monster! Cepat lari!! *Oii kau! Ngapain malah foto foto!?
*Tolong!! *Wuah!! Gedungnya mau runtuh!! *Ah sial, gw lupa kunci pintu!
"Disini markas! The Justice Idol, ada serangan monster!"
Melody: "Dimana!?"
"Kota B. Cepatlah!"
Kinal: "OK!!"
Melody: "Semuanya! Cepat menuju Kota B! Ada serangan monster!
"Baik" jawab serentak anggota lainnya.
Singkat cerita The Justice Idol tiba di Kota B, mereka terkejut, melihat ukuran para monster tersebut.
Ghaida: "Hey! Itu besar sekali!"
Nabilah: "Hey Ayana! Gimana kalo kamu pulang dan tidur aja?"
Ayana: "Apa Katamu!!"
Nabilah: "Becanda."
Dhike: "Maaf semua, aku terlambat. ha.. ha.. ha.."
Veranda: "Kok kamu datengnya terlambat? Padahal kamu yang punya kekuatan teleport."
Dhike: "Tadi... Kayaknya... Pas ada panggilan... Aku lagi di toilet... Pas liat tv... Ada berita ada monster di Kota B... Jadi... Aku langsung buru buru ke sini sekuat tenaga..."
Haruka: "Yaudah, Beby bisa gak ngembaliin tenaganya?"
Beby: "Gampang itu mah"
Melody: "Baiklah! Karena semua sudah berkumpul, kita harus mengalahkan monster monster ini!"
Kinal: "Baik Bu Ketua! Semuanya! Majuu!!!"
Melody: "Kinal, Haruka, Ghaida! Bersiaplah melawan monster yang mirip udang itu di baris depan! Ve, Nabilah! Ikuti mereka! Dhike posisikan dirimu di dekat Beby dan serang monster monster itu dari jarak aman! Beby! Kamu tau tugasmu kan? Dan sisanya ikuti aku!"
"BAIK!!!" jawab anggota lain.
Kinal: "Hyaaaa!!!! Rasakan ini!!! TORNADO AXE!!!"
Haruka: "Samurai Slash!!!"
Ghaida: "Henshin!!!" Kamen Ghaida. Blue Ice Kick!!!"
Veranda: "Nabilah! Ayo serang bersama! Bisa gak!?"
Nabilah: "Cih! Jangan remehkan aku! Baiklah ayo!"
Nabilah-Veranda: "Teknik gabungan! The Justice Wings! Angeru Rabitto!!"
*GRAAAAA!!!!
X-Cell v.1 berteriak akibat serangan mereka, X-Cell v.1 membalas dengan semburan airnya.
*Huuufffp *Spruuuusshhh!!!
Kinal: "Hah!? Serangannya datang! Waspada!!"
Di sisi lain Melody, Shanju, dan Ayana bertarung melawan Trequot.
Melody: "Shanju! Bidik dia! Ayana! Panggil monster mu!"
"Baik!!" jawab keduanya.
Ayana: "Dia sepertinya memiliki elemen tanah. Sebaiknya aku mengeluarkan elemen air. Monster terkutuk dari lautan dalam, kau ditakdirkan untuk bertarung. Keluarlah Uzicia!"
*Uziii!!! (Uzi adalah monster Berbentuk gurita)
Ayana: "Uzicia! Tolong bantu kami! Keluarkan serangan mu!"
*Uziii!!!
Melody: "Bagus Ayana! Shanju! Kau siap!?
Shanju: "Kapan pun!"
Melody: "Baiklah serang!"
Shanju: "OK! Rasakan ini! Bullet Storm!"
Melody: "Sekarang giliranku! The Justice Light! Rainbow Storm! Hyaa!"
*KIIIIIK!!! Monster berbentuk kadal itu berteriak. Kita kembali ke pasukan Kinal.
Kinal: "Waspada!!"
*byuuuur!!!!
Nabilah: "Apa ini? Air?"
Veranda: "Bukan, ini bukan hanya air. Minyak! Ada campuran minyak disini!"
Ghaida: "Bisa gawat kalo monster itu bisa mengeluarkan api!"
Haruka: "Lebih baik, kita segera pergi!"
Team kinal mundur dari area tersebut.
Kinal: "Beby! Bisa kau keluarkan angin agar pakaian kami cepat kering?"
Beby: "Baiklah! Hect-arc-mouz-yo-kouo!" *angin pun datang
Kinal: "Trima kasih!"
Beby: "No Problemo!"
Kinal: "Team Melody sepertinya kesulitan! Nab! Cepat bantu mereka!"
Nabilah: "Baiklah, aku berangkat!"
Kinal: "Semuanya! Ikuti rencanaku! Ve! Kamu alihkan pandangan monster itu! Ghaida dan Haruka serang bagian samping secara bergantian! Aku akan mengurus sisanya! Mengerti!?"
"Osh!!!" jawab mereka.
Kinal: "Dalam hitungan ke tiga! Satu!... Dua!... Tiga!!!"
Veranda: "Teknik pertahanan! Ilusi Malaikat Hitam!" *muncul ilusi sesosok dewa kematian.
Haruka: "Tarian Samurai Merah!"
Ghaida: *cring "Dragon Punch!
Kinal: "Kerja bagus semuanya! Giliran ku sekarang! Demon Slash!"
*GRAAAAA!!!!!.....
Team Kinal berhasil mengalahkan X-Cell v.1. Team Melody sepertinya belum berhasil mengalahkan Trequot.
Kinal: "Apa Kalian masih punya tenaga?"
Ghaida: "Sedikit kalau aku."
Haruka: "Aku masih kuat kok."
Veranda: "Aku tingal sedikit."
Kinal: "Beby! Sembuhkan mereka yang kehabisan tenaga! Jika sudah, bisakah kau dan Dhike ikut bertempur?"
Beby: "Dhike. Apa kau bisa?"
Dhike: "Dengan senang hati."
Beby: "Kami akan segera ke sana!"
Kinal: "Baguslah kalau begitu. Kalian berdua silahkan menyembuhkan diri dulu. Haruka, ayo pergi!"
Haruka: "Em!"
Kinal dan Haruka pergi menuju ke tempat Melody dan teamnya bertempur. Sementara Ghaida dan Veranda menyembuhkan diri terlebih dahulu. Setelah kembali segar, Ghaida, Veranda, Beby dan Dhike akan bertempur. Trequot sepertinya bukan monster sembarangan, bahkan Team Melody kesusahan. Bagaimana kelanjutnya? Tunggu di episode berikutnya....
(Terima Kasih udah baca Fanfic gw :D Maaf atas longpost, typo, critanya agak gaje. Kalo ada waktu luang lagi gw akan ngelanjutin critanya. Semoga terhibur.)
Sebuah fanfic yang dibuat untuk mengisi waktu luang. Bila ada nama tokoh dan tempat kejadian yang sama, sebagian disengaja. (Nb: nama kotanya gw pake kayak pilem One Punch Man.)
Pengarang: Ananda Dwi S.P (a.k.a gw sendiri)
Genre: action, idoling (emang ada genre idoling?) dan sedikit bumbu komedi.
Di dunia ini, para Idol bukanlah seorang Idol biasa, mereka memiliki sebuah kekuatan untuk melawan kekuatan Delusi negative. Para idol tersebut adalah, Melody, Veranda, Nabilah, Shanju, Kinal, Haruka, Ayana, Ghaida, Beby, dan Dhike Mereka adalah The Justice Idol, dan masing-masing dari mereka memiliki kekuatan tersendiri.
- Melody, dengan baju putih dan sebuah pedang runcing, memimpin para Idol lainnya.
- Veranda, dengan pertahanan dan serangan yang bagus dan armor berwarna emas siap untuk melawan musuh.
- Nabilah, dengan kelincahan seperti kelinci, dan armor biru bergaris putih dan sebuah senjata pisau.
- Shanju, seorang sniper dengan kemampuan untuk menembak dari jarak jauh dan armor berwarna merah muda, dapat membidik musuh dari jarak ratusan meter dan keakuratan hingga 99%. (1% nya keberuntungan)
- Kinal, armor perak menyelimuti tubuhnya, dan senjata kapak besar, dan kemapuan regenerasi yang luar biasa, siap di baris terdepan.
- Haruka, dengan baju jirah merah gelap, dua buah katana dan stamina yang luar biasa, baris depan adalah tempat dia berjuang.
- Ayana, dengan kemampuan memanggil hewan atau monster untuk membantu bertarung, dengan baju berwarna hijau dan jubah berwarna hitam.
- Ghaida, dengan kemampuan untuk menyerang dengan efek serangan paling besar dibanding lainnya, dengan armor hitam dan sabuk perak untuk mengambil senjatanya, membuat dia susah untuk dikalahkan.
- Beby, seorang yang paling penting di squad ini, dia seorang ahli sihir, dengan kemampuannya dia bisa mengembalikan tenaga para Idol lainnya melalui mantranya, baju maid berwarna ungu gelap dan topi penyihir melengkapinya.
- Dhike, dapat mengerahkan kekuatan teleportasi dalam jangka waktu dan jarak tertentu. Laser Beam Gun adalah senjatanya, dan armor jingga menyelimuti dirinya. Dan dia juga lumayan menguasai teknik sihir.
The Justice Idol adalah sebuah squad yang bertarung untuk menyelamatkan dunia dari pengaruh delusi negative yang dikendalikan oleh seorang pangeran kegelapan bernama Bishamonten III atau nama lainya Dantei. Dia menyerap kekuatan delusi negative dari para penyuka idol group. Semakin banyak yang berdelusi negative pada dunia idoling, semakin dia tak terkalahkan.
Seperti biasa, para pahlawan kita beraktivitas seperti biasanya, sekolah, latihan, pulang, manggung, dan sebagainya. Mereka adalah seorang siswi biasa saat tidak ada kekacauan.
Kinal: " Bu ketuaaa!!! Mau belanja bareng gak hari ini?"
Melody: "Bisa gak sih, manggil pake nama aja?"
Kinal: "Gak!"
Melody: "Gitu ya?!" *sambil nyengir asem.
Dan mereka pun pergi belanja bersama. Di tempat lain, Shanju, Veranda, dan Haruka sedang bermain di suatu taman hiburan.
Haruka: "Waaaa!! Seru banget ya? Tadi Aku deg-deg an pas naik wahana "Pukulan Berapai Menyakitkan."
Shanju: "Haruka..."
Haruka: "Iya?"
Shanju: "Kamu kira kita lagi di Bikini Bottom?!" *sambil nyubit pipi Haruka
Ve yang melihat tingkah laku kedua temannya, jadinya dia tertawa lepas.
Di sisi lain, Dantei sedang menyiapkan rencana untuk menguasai dunia dan melenyapkan para Idol di muka bumi.
Dantei: "Laksamana! Bagaimana persiapan "Alat Perang" kita?"
Zixer: "Dalam proses! 70% hampir selesai!"
Dantei: "Lepaskan saja monster itu!"
Zixer: "Baik! X-Cell v.1 dan Trequot diluncurkan!"
Dantei: "Hahaha. Bagaimana kalian menghadapi dua makhluk kuat ini!? Hancurlah!!"
Dua monster tersebut diluncurkan menuju bumi. Apakah The Justice Idol akan berhasil mengalahkan kedua monster (yang katanya) kuat tersebut!? Akhirnya kedua Monster itu mendarat di Kota B. Dan sayangnya tak seorang pun dari The Justice Idol yang berada di dekat kota itu.
*Dum!!!
*Wah! Suara apa itu!? *Ada Monster! Cepat lari!! *Oii kau! Ngapain malah foto foto!?
*Tolong!! *Wuah!! Gedungnya mau runtuh!! *Ah sial, gw lupa kunci pintu!
"Disini markas! The Justice Idol, ada serangan monster!"
Melody: "Dimana!?"
"Kota B. Cepatlah!"
Kinal: "OK!!"
Melody: "Semuanya! Cepat menuju Kota B! Ada serangan monster!
"Baik" jawab serentak anggota lainnya.
Singkat cerita The Justice Idol tiba di Kota B, mereka terkejut, melihat ukuran para monster tersebut.
Ghaida: "Hey! Itu besar sekali!"
Nabilah: "Hey Ayana! Gimana kalo kamu pulang dan tidur aja?"
Ayana: "Apa Katamu!!"
Nabilah: "Becanda."
Dhike: "Maaf semua, aku terlambat. ha.. ha.. ha.."
Veranda: "Kok kamu datengnya terlambat? Padahal kamu yang punya kekuatan teleport."
Dhike: "Tadi... Kayaknya... Pas ada panggilan... Aku lagi di toilet... Pas liat tv... Ada berita ada monster di Kota B... Jadi... Aku langsung buru buru ke sini sekuat tenaga..."
Haruka: "Yaudah, Beby bisa gak ngembaliin tenaganya?"
Beby: "Gampang itu mah"
Melody: "Baiklah! Karena semua sudah berkumpul, kita harus mengalahkan monster monster ini!"
Kinal: "Baik Bu Ketua! Semuanya! Majuu!!!"
Melody: "Kinal, Haruka, Ghaida! Bersiaplah melawan monster yang mirip udang itu di baris depan! Ve, Nabilah! Ikuti mereka! Dhike posisikan dirimu di dekat Beby dan serang monster monster itu dari jarak aman! Beby! Kamu tau tugasmu kan? Dan sisanya ikuti aku!"
"BAIK!!!" jawab anggota lain.
Kinal: "Hyaaaa!!!! Rasakan ini!!! TORNADO AXE!!!"
Haruka: "Samurai Slash!!!"
Ghaida: "Henshin!!!" Kamen Ghaida. Blue Ice Kick!!!"
Veranda: "Nabilah! Ayo serang bersama! Bisa gak!?"
Nabilah: "Cih! Jangan remehkan aku! Baiklah ayo!"
Nabilah-Veranda: "Teknik gabungan! The Justice Wings! Angeru Rabitto!!"
*GRAAAAA!!!!
X-Cell v.1 berteriak akibat serangan mereka, X-Cell v.1 membalas dengan semburan airnya.
*Huuufffp *Spruuuusshhh!!!
Kinal: "Hah!? Serangannya datang! Waspada!!"
Di sisi lain Melody, Shanju, dan Ayana bertarung melawan Trequot.
Melody: "Shanju! Bidik dia! Ayana! Panggil monster mu!"
"Baik!!" jawab keduanya.
Ayana: "Dia sepertinya memiliki elemen tanah. Sebaiknya aku mengeluarkan elemen air. Monster terkutuk dari lautan dalam, kau ditakdirkan untuk bertarung. Keluarlah Uzicia!"
*Uziii!!! (Uzi adalah monster Berbentuk gurita)
Ayana: "Uzicia! Tolong bantu kami! Keluarkan serangan mu!"
*Uziii!!!
Melody: "Bagus Ayana! Shanju! Kau siap!?
Shanju: "Kapan pun!"
Melody: "Baiklah serang!"
Shanju: "OK! Rasakan ini! Bullet Storm!"
Melody: "Sekarang giliranku! The Justice Light! Rainbow Storm! Hyaa!"
*KIIIIIK!!! Monster berbentuk kadal itu berteriak. Kita kembali ke pasukan Kinal.
Kinal: "Waspada!!"
*byuuuur!!!!
Nabilah: "Apa ini? Air?"
Veranda: "Bukan, ini bukan hanya air. Minyak! Ada campuran minyak disini!"
Ghaida: "Bisa gawat kalo monster itu bisa mengeluarkan api!"
Haruka: "Lebih baik, kita segera pergi!"
Team kinal mundur dari area tersebut.
Kinal: "Beby! Bisa kau keluarkan angin agar pakaian kami cepat kering?"
Beby: "Baiklah! Hect-arc-mouz-yo-kouo!" *angin pun datang
Kinal: "Trima kasih!"
Beby: "No Problemo!"
Kinal: "Team Melody sepertinya kesulitan! Nab! Cepat bantu mereka!"
Nabilah: "Baiklah, aku berangkat!"
Kinal: "Semuanya! Ikuti rencanaku! Ve! Kamu alihkan pandangan monster itu! Ghaida dan Haruka serang bagian samping secara bergantian! Aku akan mengurus sisanya! Mengerti!?"
"Osh!!!" jawab mereka.
Kinal: "Dalam hitungan ke tiga! Satu!... Dua!... Tiga!!!"
Veranda: "Teknik pertahanan! Ilusi Malaikat Hitam!" *muncul ilusi sesosok dewa kematian.
Haruka: "Tarian Samurai Merah!"
Ghaida: *cring "Dragon Punch!
Kinal: "Kerja bagus semuanya! Giliran ku sekarang! Demon Slash!"
*GRAAAAA!!!!!.....
Team Kinal berhasil mengalahkan X-Cell v.1. Team Melody sepertinya belum berhasil mengalahkan Trequot.
Kinal: "Apa Kalian masih punya tenaga?"
Ghaida: "Sedikit kalau aku."
Haruka: "Aku masih kuat kok."
Veranda: "Aku tingal sedikit."
Kinal: "Beby! Sembuhkan mereka yang kehabisan tenaga! Jika sudah, bisakah kau dan Dhike ikut bertempur?"
Beby: "Dhike. Apa kau bisa?"
Dhike: "Dengan senang hati."
Beby: "Kami akan segera ke sana!"
Kinal: "Baguslah kalau begitu. Kalian berdua silahkan menyembuhkan diri dulu. Haruka, ayo pergi!"
Haruka: "Em!"
Kinal dan Haruka pergi menuju ke tempat Melody dan teamnya bertempur. Sementara Ghaida dan Veranda menyembuhkan diri terlebih dahulu. Setelah kembali segar, Ghaida, Veranda, Beby dan Dhike akan bertempur. Trequot sepertinya bukan monster sembarangan, bahkan Team Melody kesusahan. Bagaimana kelanjutnya? Tunggu di episode berikutnya....
(Terima Kasih udah baca Fanfic gw :D Maaf atas longpost, typo, critanya agak gaje. Kalo ada waktu luang lagi gw akan ngelanjutin critanya. Semoga terhibur.)
Langganan:
Postingan (Atom)