War of Delution Gen1: Goncangan
Sebelumnya, Team Kinal berhasil mengalahkan monster X-Cell v.1 dan sekarang sedang menuju ke tempat Team Melody bertempur. Trequot sepertinya belum mengeluarkan kakuatannya, bagaimana The Justice Idol menyelesaikan pertempurannya? Kita lihat bersama sama!
Nabilah: "Kak Melody. Monster itu belum dikalahkan?"
Melody: "Eh? Nabilah? Kenapa kamu ada disini?"
Nabilah: "Kak Kinal yang menyuruhku. Apa yang bisa aku bantu?"
Melody: "Bisa kau menyerang bagian kakinya?"
Nabilah: "Akan ku coba!"
Melody: "Baiklah. Berjuanglah!"
Nabilah: "Em!"
Melody: "Semuanya kerahkan seluruh kemampuan!"
Shanju: "Cih. Dasar ketua, baiklah. Akan ku kerahkan seluruh tenaga ku! Fokus... Meteor Shoot!! ha.. ha.. ha.. ha...
*Shyuuut *BLAAARRR!!!!
Melody: "Nice Shoot, Shanju."
Shanju: "Makasih." *bruk. Shanju jatuh pingsan.
Melody: "Shanju! Halo! Beby! Beby! Jawab Beby!"
Ayana: "Kak Mel, kita di luar jangkauan Beby, jadi kita gak bisa menghubunginya. Tenaga kita hampir habis, dan lagi kontrak Uzicia bentar lagi akan berakhir, apa perlu aku panggil monster lainnya? Tapi sepertinya untuk monster tipe bertahan, gimana?
Melody: "Baiklah, untuk sementara kita bertahan sampai bantuan datang."
Nabilah: "Untuk sementara ini, biar aku serang monster itu sampai mereka datang."
Melody: "Baiklah, akan ku temani, Shanju sepertinya tenaga habis. Ayana tolong ya!"
Ayana: "Baiklah! Roh dari dalam bumi aku mohon bantulah kami. Tolong keluarlah, Jix!"
*gratak gratak (suara tanah retak) (Jix gw gambarin adalah monster pohon, jadi gak bisa ngeluarin suara)
Ayana: "Jix! Tolong halau serangan musuh!"
Sementara itu, Kinal dan Haruka dalam perjalanan menuju ke tempat Team Melody berada sudah setengah perjalanan yang sudah mereka tempuh (Kota B emang luas jadi agak jauh jarak tempuhnya)
Kinal: "Haruka, berapa jauh lagi?"
Haruka: "Kira-kira masih setengah jam lagi kita bisa sampai di sana."
Kinal: "Cih! Bertahanlah! Bertahanlah kalian semua!" *bicara dalam hati.
Bagaimana kabar yang lainnya?
Beby: "Dis-Koi-Heal-Wind-Eca!"
*wuung...
Dengan teknik penyembuh dari Beby dan Dhike, tenaga Ghaida dan Veranda mulai kembali.
Ghaida: "Ve, gimana tenagamu?"
Veranda: Sudah kembali."
Ghaida: "Beby, Dhike. Cukup. Simpan tenaga kalian untuk nanti."
*syuut
Veranda: "Dhike, bisa kau gunakan kekuatan teleport mu?"
Dhike: "Bisa. Ku siapkan dulu."
Sementara Dhike menyiapkan teleportnya, Team Melody mulai terdesak. Nabilah mulai menyerang bagian kaki dari Trequot, namun sepertinya serangan Nabilah tidak terlalu berarti untuk Trequot. Trequot membalas serangan Nabilah, dan Nabilah terpental beberapa puluh meter dari titik dia menyerang.
Nabilah: "AAARRGGGGHHHH!!!!" *
Melody: "Nabilah! Kamu gak apa apa?
Nabilah: "Sehat wal afiat. Makasih udah tanya." *sambil memegangi kepalanya.
Melody: "Cih, monster kurang ajar! Dan kenapa bantuan belum datang? Tenaga ku juga hampir habis."
"HIIYAAA!!!... Tornado Axe!" "Samurai Slash!!!"
Melody: "Akhirnya kalian datang. Kalian terlambat."
Kinal: "Hahaha... Maaf tadi di supermarket ada diskon, jadi aku mampir dulu."
Melody: "Haruka, gimana kamu bisa bertahan dengan dia?"
Haruka: "Hahaha..." *sambil tersenyum bingung.
Melody: "Dimana yang lain?"
Kinal: "OTW."
Melody: "Baiklah! Sampai lainnya datang, kalian bisa menangani monster itu sementara waktu? Tenaga yang lainnya habis dan Nabilah sepertinya terluka."
Nabilah: "Gak Kok! Aku Baik Baik Saja!"
Kinal: "Baik Baik Saja Dengkulmu! Pala lu bocor gitu! Istirahat dulu sampai yang lain datang!"
Nabilah: "Cih!"
Kinal: "Haruka! Ayo!"
Haruka: "Osh!"
Mereka pun menyerang Trequot dengan sekuat tenaga. Akhirnya Beby dan lainnya datang.
Beby: "Maaf, kami terlambat."
Melody: "Tidak apa-apa. Pertama sembuhkan Nabilah dan Shanju. Nabilah terluka parah dan Shanju sudah tak punya tenaga. Dhike bagianmu bersama Ayana, tolong cover dia dan pulihkan tenaga dia juga."
Dhike: "Baiklah"
"Dis-Koi-Heal-Wind-Eca"
Nabilah: "Maaf sudah merepotkanmu."
Beby: "Tidak masalah."
Ayana: "Dhike, tolong kerja samanya."
Dhike: "Dengan senang hati."
Melody: "Baiklah. Ghaida ,Ve! Bantu Kinal dan Haruka! Ayana, Dhike! Jika kalian siap, majulah! Dengan sisa tenagaku, aku akan bertempur."
Kinal: "Demon Slash! HYAAAA!!!!"
Haruka: "Tarian Samurai Merah!"
Ghaida: *cring "Rider Kick!"
Veranda: "Teknik pertahanan! Kami Senju!"
Melody: "Hisatsu! Kaminari Melody!"
Serangan beruntun itu membuat Trequot melemah. Ditengah ketegangan itu, tiba-tiba...
"Wuahahaha... The Justice Idol. Kalian hebat sekali bisa melawan monster-monsterku. Tak ku sangka, di planet kecil ini ada pahlawan seperti kalian."
Muncullah sesosok bayangan di langit, siapa dia? (Alah udah ketebak :v )
Kinal: "Siapa kau!"
"Siapa aku? Kalian tidak perlu tahu saat ini. Kalian akan mengetahuinya nanti."
Kinal: "Ketua, tau dia gak?"
Melody: "......."
"Aku akan menguasai planet kecil ini, dan memerangkap manusia dengan kekuatan delusi negatif."
Kinal: "Dia ngomong apa sih?"
Melody: "......."
"Jika kekuatan itu sudah terkumpul, maka akhir dari planet ini akan tiba."
Kinal: "Sumpah, dia ngomong apa sih?"
Melody: "......."
"Jika kalian berontak, kalian akan mati, dan jika kalian menyerah kalian juga akan mati."
Kinal: "Woy! Aku gak ngerti apa yang lu omongin! Lu ngomong belibet amat!"
"Intinya, Aku akan menguasai planet kecil ini. Dan Aku akan memusnahkan kalian, MUSNAHLAH! MUSNALAH! MUSNALAAH!!!"
Melody: "......."
Trequot menghilang bersama Bayangan Misterius itu.
Haruka: "Apakah sudah selesai?"
Melody: "Belum. Pertarungan ini belum selesai, dan sepertinya pertempuran ini baru dimulai."
Ayana: "Situasinya jadi semakin rumit ya?"
Veranda: "Entahlah Ayana."
Ghaida: "Untuk saat ini, kita sebaiknya kembali ke markas dan menyembuhkan diri."
Shanju: "Aku setuju."
Nabilah: "......"
Melody: "Baiklah. Dhike tolong ya."
Kinal: "Ahhh... Badan ku capek semua, aku pengen mandi air hangat setelah ini."
Ayana: "Dhike, cepet dong, sebelum Kak Kinal tambah gesrek!"
Kinal: "Hah? Kamu bilang apa Ayana? Aku gak denger."
Ayana: "Ah gak kok." (untung aja gak denger)
Dhike: "Ok, kita kembali."
Setelah tiba di markas, mereka pun menyembuhkan diri dan mendiskusikan tentang ancaman dari Bayangan Misterius itu.
Melody: *sluurp "Hey, kira-kira apa maksud dari Bayangan Misterius kemarin?" *sambil minum teh.
Veranda: "Entahlah kak, tapi sepertinya bukan hal yang baik."
Ghaida: "Ah, bener banget tuh. Mungkin monster kemarin yang mengirim adalah dia." *sambil makan biskuit.
Ayana: "Kalo ancaman itu benar, maka nasib Bumi ada di tangan kita."
Shanju: "Ada apa kemarin?" *datang dan duduk mengikuti diskusi.
Haruka: "Kamu gak tahu? Aah... Kamu pingsan ya kemarin. Kemarin muncul sosok bayangan dan mengatakan akan menghancurkan Bumi."
Shanju: "Gawat dong."
Kinal: "Em, kita harus bisa mempertahankan Bumi ini. Apapun yang terjadi." *sambil makan biskuit.
Beby: "Ya Aku setuju sama kak Kinal. Kamu juga setuju kan Nab? Nab?"
Nabilah: "......"
Beby: "Nabilah. Kamu gak apa-apa?"
Nabilah: "Ah, gak apa apa kok."
Kinal: "Serius?"
Nabilah: "Maaf semua. Untuk sementara waktu, Aku akan keluar dari The Justice Idol."
Kinal: "Hahaha... Lelucon yang bagus Nabilah. Kamu memang paling hebat kalo membuat lelucon."
Nabilah: "......." *sambil memperlihatkan wajah serius.
Kinal: "Serius nih? Bu Ketua?"
Melody: "Kenapa Kamu memutuskan untuk pergi?"
Nabilah: "Aku tak bisa mengatakannya sekarang.Maaf aku pergi."
Kinal: "Oy, Nab! Tungu dulu!"
Nabilah: "..."
Nabilah pergi dan berpapasan dengan Dhike.
Dhike: "Ada apa dengan Nabilah? Kok wajahnya serius amat."
Melody: "Untuk sementara waktu, kita akan bertarung hanya dengan sembilan anggota."
Dhike: "Apa!? Serius nih?"
Kinal: "Ya, mau gak mau itulah keadaannya sekarang."
Nabilah pergi meninggalkan The Justice Idol dengan menyisakan sebuah tanda tanya. Kenapa? Itulah kata yang menjadi pertanyaan terbesar The Justice Idol. Di saat bahaya mendekat, mereka kehilangan salah satu anggota. Bisakah The Justice Idol menghadapi goncangan ini? Bagaimana kelanjutan cerita ini? Kita tunggu di episode berikutnya...
(Terima Kasih udah baca Fanfic gw :D Maaf atas longpost, typo, critanya agak gaje. Kalo ada waktu luang lagi gw akan ngelanjutin critanya. Semoga terhibur.)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar