Sabtu, 21 Mei 2016

Fans Fiction JKT48: War of Delution Gen1 (Part 3)

War of Delution Gen1: Apa Maksudnya?

Di episode sebelumnya, The Justice Idol bertemu bayangan misterius dan bayangan misterius itu menyatakan perang. Dan The Justice Idol telah kehilangan salah satu anggotanya, Nabilah. Nabilah pergi untuk alasan yang tidak jelas.

Beby: "Jadi gimana nih, kak Mel? Nabilah pergi begitu saja."
Melody: "Entahlah, hal seperti ini belum pernah terjadi."
Beby: "Pertarungan kemarin meskipun kita berhasil mengalahkan salah satu monster, dan monster yang satu lagi menghilang, itu bisa disebut kekalahan."
Kinal: "Beby, cukup. Kita semua sudah tahu bagaimana situasinya sekarang."
Beby: "Iya tapi... Kita tidak bisa terus seperti ini, kita harus menjadi lebih kuat."
Ghaida: "Em, aku setuju kalau kita harus jadi lebih kuat, tapi hanya dengan berlatih saja kita ada kemungkinan kita belum bisa menjadi kuat."

"Tok tok, maaf aku tadi mendengarkan pembicaraan kalian."
"MASTER!?" jawab para member bersamaan.
Master: "Jadi ada masalah apa?"
Melody: "Begini Master, dalam pertempuran kemarin kami berhasil mengalahkan salah satu monster, dan satu monster menghilang. Tapi kami hampir dikalahkan dalam pertempuran kemarin, kemarin Shania pingsan dan Nabilah terluka parah, dan Nabilah sekarang pergi entah kemana."

Master: "Oh, jadi itu masalahnya?"
Melody: "Iya, kira kira begitu."
Master: "Melody, apa posisimu?"
Melody: "Sebagai Leader."
Master: "Apa tugasmu?"
Melody: "Memimpin dan membimbing para anggota lainnya."
Master: "Jadi kau tahu posisi dan tugasmu, dan kenapa sampai salah satu anggotamu keluar?"
Melody: "Itu adalah kesalahan saya, saya belum mampu untuk menjaga anggota lainya. Sayalah yang bertanggung jawab atas anggota saya."
Master: "Jadi kamu siap dengan konsekuensinya? Kalau kamu dikeluarkan?"
Melody: "Saya siap apapun tapi saya harap saya tetap disini."
Master: "Oh, kenapa?"
Melody: "Karena saya adalah ketua mereka!"

Master: "Kinal apa kamu mau menggantikan Melody?"
Kinal: "Eh? Kenapa saya?"
Master: "Entahlah, siapa tahu kamu berminat."
Kinal: "Saya tidak pantas menerima posisi itu. Tapi jika itu keputusan anda saya siap, walaupun sesulit apapun. Tapi saya tetap meminta bantuan dari Melody."
Master: "Ho, kamu meminta bantuan dari Melody? Kenapa?"
Kinal: "Karena dia adalah ketua kami!"
*grek (Suara kursi bergerak) dan Master pun berjalan menuju pintu.
Master: "Sekarang kalian berlatihlah, sisanya biar ku pikirkan. Dan Melody, Selamat."
*blam

Veranda: "Selamat? Apa maksudnya?"
Ghaida: "Entahlah."
Kinal: "Dasar Pak Tua, dari dulu aku memang nggak ngerti jalan pikirannya."
Ayana: "Jadi, apa kak Melody masih menjadi ketua kita?"
Haruka: "Keliatannya sih gitu."
Shania: "Ciee... Ketua bisa ngelewatin ujian Master."
Melody: "Ujian?"
Dhike: "Iya, tadi pas aku mau ke ruangan ini, aku kan lewat depan ruangan Master, dan gak sengaja denger kalo Master bicara "Baiklah aku akan memberinya sedikit pertanyaan." tapi aku gak tau siapa yang akan diuji  sama Master, jadi aku tadi bicara sama Shania, pas bicara eh... Master dateng."
Melody: "Begitu ya. Baiklah, sesuai perintah Master. Ayo kita latihan sekarang!!"
"OSH!!" jawab mereka.

Master: "Sungguh team yang hebat." (dia nguping pembicaraan mereka.)
Master: "Eh!? Sekarang!!?"
*klak (suara pintu dibuka) *drap-drap-drap (suara member lari)
Kinal : "OI! Ghaida! Jangan ambil biskuit gue!"
Ghaida: "Kan lu udah makan banyak tadi pas Master ngasih pertanyaan!"
Kinal: "Gue belum puas tadi! Jangan lari woy!!"
Ghaida: "Bodo!"
Master: "Fyuuuh... Untung gak keliatan."
Melody: "Master?"
Master: "!!!"
Melody: "Master lagi ngapain?"
Master: "Ah! Ini loh. Apa. Daunnya agak layu." (sambil nunjuk ke pohon hias di samping pintu.)
Melody: "Oohh..."
Master: "…"

Di lain tempat, Dantei sedang menyiapkan rencananya.

Dantei: "Oh, jadi mulai banyak yang berdelusi negatif. Kakuatanku akan terus bertambah!"
Zixer: "Bagaiman dengan rencana selanjutnya tuan muda?"
Dantei: "Cepat panggil prajurit kita!"
Zixer: "Baik tuan. Panggilan untuk Einka!"
Einka: "Ada apa memanggilku?"
Zixer: "Tuan ingin kau ke Bumi dan menghancurkannya."
Einka: "Baiklah."
Zixer: "Jangan lupa membawa anak buahmu."
Einka: "Siapa juga yang lupa."

Einka pun meluncur ke Bumi bersama anak buahnya. Apa yang akan terjadi?
Einka: "Wuahahaha... Jadi ini tempat yang ingin dihancurkan oleh Tuan. Hallo, Manusia! Selamat tinggal!"
*wuuahh!! Monster!!! *Serius nih? Banyak! *Tolooong!!!

"Serangan musuh terjadi dikota A."
Kinal: "Baik! Kami akan segera kesana!"
"Tunggu! Masih ada yang lainnya! Eh!? Serius!?"
Melody: "Ada apa?"
"Jumlah musuh! Jumlah musuh ada 500 orang!"
Ghaida: "SERIUS!?"
Kinal: "Mimpi apa gua semalem."
Master: "Kalian. Cepatlah pergi. Dan pakailah ini."
Beby: "Apa ini Master?"
Master: "Kalian akan tahu ini nanti."
Melody: "Baiklah kami berangkat!"
Master: "Ya, pergilah!"
Melody: "The Justice Idol!!!"
"IDOL FOR EVERYONE!!!”

Apa yang diberikan pak tua itu (Master) kepada The Justice Idol? Dan bisakah The Justice Idol mengalahkan 500 orang musuh (pasti bisalah, kan tokoh utamanya!). Apa yang akan terjadi? Kita lihat di episode berikutnya!!!

(Terima Kasih udah baca Fanfic gw :D Maaf atas longpost, typo, critanya agak gaje. Kalo ada waktu luang lagi gw akan ngelanjutin critanya. Semoga terhibur.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar